@biolahitam

  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
  • following
"Aku adalah sisa-sisa luka yang bisa sembuh sendiri, kini kamu tak perlu takut menambahnya."
1

Saat foto ini diambil sebenarnya ada sosok lain di depan saya… ia sedang tersenyum manis menatap saya..Foto ini ada diambil di gedung tua Karesidenan Kota Pekalongan. Depan museum batik.

3
"Aku cinta kamu, tanpa jatuh, karena jika aku jatuh, siapa yang memapahmu saat terpuruk?"
"Bernyanyi lantang lah sayang, jangan mau hanya menjadi gema.."
1
"Kalau rindu membuatmu sering berdoa tanpa sadar, itu cinta…."

Sayang, bangun… Aku ingin memeluk sukmamu seshubuh ini.

Sayang, bangun….

Bukankah kamu menyukai angin pagi?

Ah, ini sudah bukan lagi pagi buta….

pagi ini sudah terbangun terlebih dulu oleh toa masjid dan mushola yang berlomba..

Sayang, bangun…

Aku ingin kamu merasakan kecupan pagiku yang menghangat..

uuhmm..mungkin lebih seperti ingin kamu membalasnya..

Sayang, bangun…

Bukankah doa pagi itu lebih mendamaikan?

Apapun agama yang kita peluk….

Yang penting kita saling memeluk…

Sayang, bangun….

Aku ingin memenuhi ingatan-ingatan baik yang kamu lupa karena semalam kamu tidur dalam marah…

Sayang., bangun„,

Aku ingin mendekapmu..

Meski hanya dalam aksara…

Sayang, bangun…

Suatu Petang Saat Kita Mulai Membenci dan Ingin Melupakan

Bercangkir-cangkir berisi coklat, kopi, susu dan teh yang menutup senja sudah mulai mendingin..

Hangat mulai beranjak meninggalkan benda dari keramik yang begitu halus namun rapuh itu…

Kita pun menatap ke atas…

Bintang bukan malu mencampuri dua sejoli yang sedang bertengkar.
Mereka memang 
tak nampak di langit yang terlalu banyak polusi..

Mungkin jengahnya angkasa akan polusi sama seperti jengah akan puisi…

Satu petang itu akan datang dik…

Saat kita mulai jengah dengan diri masing-masing…

Saat kita mulai lelah berharap…

Saat semua tampak begitu tawar…

Aku hanya ingin melupakan tiap marahku saat itu juga, lalu mengingat indahnya awal kita saling memuji dan mendekap riang…
Aku hanya ingin meredupkan ego dan emosi tak perlu lalu memelukmu dalam tangis paling bahagia…
Aku hanya ingin memaniskan kembali kata “kita” dik..lalu mencium kening dan  kedua kelopak matamu kala terpejam..Kelopak mata yang begitu kelelahan mengejar impian duniawi…

Aku mencintaimu dik, bahkan saat aku mengatakan aku membencimu…

Aku menyayangimu dik, saat yang sama ketika aku berkata ingin melupakanmu…

Aku merindukanmu dik, bahkan sebelum kita benar-benar dipisahkan ataupun saling memisahkan diri..

Aku ingin memulainya dik, tepat saat siapapun dari kita ingin mengakhiri…

 

Suatu Petang Saat Kita Mulai Membenci dan Ingin Melupakan

~Bi

1
"Dalam diam kita lebih banyak menyayat rindu, memperluka diri agar kita memiliki tanggung jawab untuk saling menyembuhkan…"
"Bakat kamu banyak ya? tapi yang paling ahli adalah membuat orang rindu dan khawatir."
1
"Dik, aku rindu ekspresi lugumu yang tertidur lelah di pangkuanku dik..sudah berapa zaman berlalu"

~ Bi

Theme By Idraki and Powered by Tumblr 2010.
Typerwriter and Paper Image Courtesy of Google. Icon Credited to Webdesignerdepot